

Asppendo.org – Bulan suci Ramadhan mengharuskan seluruh umat muslim berpuasa dari pagi hingga matahari terbenam untuk berbuka puasa. Salah satu yang paling dinantikan menjelang berbuka puasa yaitu takjil.
Kata Takjil berasal dari bahasa Arab ‘ajila’ yang berarti menyegerakan. Istilah ini merujuk pada anjuran untuk segera berbuka ketika waktu Magrib tiba. Dalam buku Fiqih Puasa karya Ahmad Sarwat, dijelaskan bahwa dianjurkan untuk berbuka dengan makanan sederhana sebelum makan besar.
Di Indonesia, maknanya bergeser menjadi makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa dan tradisinya sudah mengakar kuat dalam budaya Ramadan.
Takjil kerap menjadi incaran masyarakat, baik muslim maupun umat agama lainnya. Deretan lapak dadakan di sepanjang jalanan dan antrean dari berbagai macam pembeli. Fenomena ini dikenal sebagai ‘war takjil’ yaitu tradisi tahunan untuk berburu menu buka sebelum habis.
Berikut tujuh takjil populer yang hampir selalu laris dan layak dipertimbangkan untuk jualan saat Ramadhan.
Gorengan seperti Risol Mayones, Tahu Isi, Bakwan, dan lainnya adalah takjil yang sulit tergantikan karena gurih, murah, dan mudah diproduksi dalam jumlah besar. Modalnya relatif kecil dan margin keuntungannya stabil karena pembeli jarang hanya membeli satu jenis. Namun, perlu diingat untuk tidak mengonsumsi berlebihan karena kandungan lemaknya yang tinggi.
Minuman dingin selalu jadi incaran setelah seharian berpuasa karena langsung menyegarkan. Variasinya banyak seperti Es Buah, Es Cendol, Es Dawet, Es Pisang Ijo ataupun yang lain. Tampilannya juga menarik dan bisa dijual dalam kemasan praktis sehingga cocok untuk pembeli yang ingin cepat dan praktis.
Lontong isi ayam, oncom, atau sayur menyasar pembeli yang ingin takjil gurih dan lebih mengenyangkan. Produk ini cocok dijual berdampingan dengan gorengan karena menciptakan paket hemat yang sering dibeli sekaligus.
Rasa manis gula merah dan santan menjadikan kolak identik dengan Ramadhan. Selain bahan bakunya terjangkau, daya tariknya kuat karena dianggap “takjil wajib” yang selalu dicari setiap tahun.
Aneka bubur seperti Bubur Kampiun, Bubur Sumsum, ataupun Bubur Sagu Mutiara memiliki tekstur yang lembut dan relatif aman untuk lambung kosong. Bubur kampiun bahkan menawarkan variasi dalam satu wadah yang membuatnya tampak lebih premium dan memungkinkan harga jual lebih tinggi.
Berwarna cerah, kenyal, dan menyegarkan, manisan ini sering dibeli sebagai pelengkap minuman atau kolak. Proses pembuatannya sederhana dan bisa diproduksi dalam jumlah besar dengan risiko kerugian yang rendah.
Menu luar negeri dan dessert modern efektif memikat anak muda yang gemar mencoba hal baru. Pilihannya seperti Puding Warna-warni, Dimsum, Brownies, Cake Slice, Cookies, Bakpao dan lainnya. Tampilan estetik dan kemasan menarik memberi nilai tambah serta membuka peluang promosi lewat media sosial.
Jualan takjil bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum bisnis yang berulang setiap Ramadhan. Dengan memilih menu yang tepat dan memahami selera pasar, peluang meraih keuntungan terbuka sangat lebar.
Penulis : Assyahra Aulia Putri
Diunggah oleh : Alfansyah Yuandianto