Ingin UMKM Berkembang Cepat? Pendamping UMKM Bisa Jadi Solusi

alif1
alif3 (2)
pict 1 (5)

Asppendo.orgUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor paling penting dalam perekonomian Indonesia. Tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang mendirikan UMKM untuk perkembangan ekonomi mereka. Berdasarkan data dari Kementerian UMKM Indonesia, jumlah UMKM tercatat sampai 31 Desember 2024 sebanyak 30,18 juta unit.

Namun, tidak sedikit UMKM yang mengalami kesulitan mengembangkan usahanya. Dari Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) 2024, sebanyak lebih dari 30 juta unit atau 99% dari jumlah UMKM yang tercatat masih merupakan usaha mikro. Hal ini disebabkan dari berbagai macamnya tantangan yang dihadapi oleh pengusaha mikro di Indonesia.

Lantas bagaimana UMKM bisa menghadapi tantangan ini? Maka di sinilah peran Pendamping UMKM untuk membantu para pengusaha mikro.

Peran Pendamping UMKM untuk Mengembangkan UMKM

Kehadiran pendamping membantu UMKM mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai manajemen usaha. Dimulai dari perencanaan usaha, pencatatan keuangan, pemasaran, pengembangan produk, hingga membangun kemitraan strategis.

Adapun tugas yang dijalankan oleh Pendamping UMKM antara lain:

1. Menyusun Perencanaan Pendampingan

Pendamping UMKM membantu membuat rencana pendampingan secara sistematis. Diantaranya yaitu analisis kebutuhan UMKM, penentuan target, dan penyusunan langkah-langkah yang akan dijalankan UMKM. Tentunya perencanaan akan dibuat berdasarkan kondisi dan kapasitas UMKM yang dibantu.

2. Membangun Kemitraan dengan Berbagai Pihak

Pendamping UMKM akan menjadi jembatan penghubung antara pelaku UMKM dengan kemitraan lainnya seperti pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, distributor, ataupun mitra pemasaran. Tujuannya adalah memperluas peluang, pasar, dan akses permodalan UMKM.

3. Memberikan Edukasi kepada Pelaku UMKM

Pendamping UMKM akan menjadi konsultan kepada pelaku UMKM dan menerapkan materi yang telah mereka pelajari. Mereka akan menjadi mentor yang memberikan edukasi bisnis dan pemecahan masalah saat menghadapi tantangan. Pendamping ikut mengarahkan UMKM agar mengambil keputusan bisnis yang tepat.

4. Menyusun dan Mengevaluasi Portofolio Usaha

Pendamping UMKM akan memandu pelaku UMKM untuk menyusun profil usaha dan mencatat proses usaha mereka. Portofolio ini berguna untuk pengajuan modal, kerja sama, maupun kebutuhan legalitas.

5. Mengelola Pencatatan Keuangan

Salah satu peran paling penting adalah membimbing UMKM agar memiliki laporan keuangan yang rapi. Seperti membuat pembukuan sederhana, mencatat arus kas, menghitung harga pokok produksi, laporan laba-rugi, dan mengelola modal. Banyak UMKM yang belum memiliki pembukuan sehingga pendamping menjadi penggerak utama agar mereka mulai tertib secara administrasi.

6. Mendorong Digitalisasi Usaha

Sebagian UMKM masih kesulitan mengikuti perkembangan teknologi. Pendamping UMKM akan membantu pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi yang sudah ada untuk mengembangkan bisnis mereka. Digitalisasi ini penting agar UMKM bisa bersaing di pasar modern.

Tantangan yang Dihadapi UMKM Saat Ini

Salah satu tantangan terbesar UMKM adalah keterbatasan pengetahuan dalam manajemen usaha. Banyak pelaku UMKM yang menjalankan bisnis berdasarkan pengalaman, tanpa perencanaan yang sistematis. Salah satu Pendamping UMKM, Ratna Puspitasari, mengungkapkan banyak UMKM yang biasa ia bantu kurang teliti, kurang rapi, dan kurang disiplin – khususnya pada pencatatan keuntungan mereka.

“Pada saat diminta datanya (keuangan), mereka tidak tahu. Mereka untung nggak sih? Taunya untung, tapi ternyata itu modal yang terambil,”
tutur Ratna dalam acara Uji Kompetensi Sertifikasi Pendamping Usaha Mikro di Bogor, Jawa Barat pada Rabu (26/11/2025).

Pendamping UMKM lainnya yang mengikuti acara Uji Kompetensi, Dina Ediwani, juga mengatakan pemasaran merupakan tantangan terbesar UMKM daerahnya yaitu Provinsi Aceh.

“Karena kami di Aceh itu salah satu daerah yang paling ujung di Indonesia, di mana tingkat penjualannya itu kita harus push setinggi mungkin dengan online,” jawab Dina.

Selain itu, Dina juga menungkapkan biaya pengiriman yang tinggi untuk pembeli di luar daerah menjadi tantangan bagi pengusaha mikro di daerah.

“Kita (Pendamping UMKM) harus mencari solusi bagaimana agar penjualan itu secara online bisa dilakukan namun bisa mengurangi cost dari pelaku usaha. Sehingga harganya itu bisa bersaing secara nasional maupun global,” jawabnya.

Bagaimana Cara Mendapatkan Pendamping UMKM?

Banyak program yang menyediakan layanan Pendamping UMKM untuk membantu para pelaku usaha mikro agar dapat berkembang lebih cepat dan terarah. Salah satu lembaga yang aktif menyediakan pendampingan profesional adalah Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (Asppendo)Asppendo menawarkan berbagai program pendampingan UMKM sesuai kebutuhan dan kapasitas pelaku usaha. Seluruh program ini dibimbing langsung oleh para konsultan dan pendamping profesional bersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

Dengan Asppendo, pelaku UMKM dapat mengikuti konsultasi secara intensif. Mulai dari perencanaan bisnis, pemasaran, dan keuangan, hingga mencapai tahap kemandirian dan kesiapan untuk naik kelas. Program pendampingan ini dirancang untuk membantu UMKM memahami kondisi usahanya secara menyeluruh dan menemukan strategi terbaik untuk berkembang.

Bergabunglah bersama Asppendo dan jadilah UMKM yang berwawasan, mandiri, dan siap bersaing!

Penulis : Dea Nurma Anitia

Diunggah oleh : Agustina Ardini Lestari