

ASPPENDO berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan berbagi inspirasi bagi wirausaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kelautan dan perikanan melalui sesi daring bertajuk “Kisah Sukses UMKM Menembus Pasar Retail Modern.” Kegiatan yang dikemas dalam program Ngabuburit Ramadan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 13.00–15.10 WIB secara virtual melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian program business matching yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh ASPPENDO bersama KKP untuk membuka peluang akses pasar bagi wirausahaUMKM. Melalui sesi berbagi pengalaman ini, para peserta diajak memahami strategi, tantangan, serta peluang yang dapat ditempuh oleh UMKM untuk memperluas jangkauan pasar hingga dapat masuk ke jaringan ritel modern.
Hadir sebagai narasumber utama, Selamet Ibrohim, Direktur CV. Syabina Berkah, yang berbagi pengalaman panjang dalam mengembangkan usahanya hingga mampu menembus berbagai jaringan ritel. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kesiapan legalitas dan sertifikasi menjadi salah satu syarat penting bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar ritel modern.
Menurutnya, wirausaha UMKM perlu memastikan seluruh dokumen usaha, termasuk sertifikasi halal serta perizinan produk, telah lengkap dan selalu diperbarui jika masa berlakunya telah habis. Selain itu, kualitas produk dan konsistensi produksi juga menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan suatu produk diterima oleh ritel modern.
“Yang paling penting adalah menjaga kualitas dan konsistensi produk. Itu yang membuat ritel percaya kepada kita,” ujarnya dalam sesi diskusi.
Selamet juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengemasan produk. Ia menyarankan wirausaha UMKM untuk terus memperhatikan desain dan informasi yang tercantum pada kemasan agar sesuai dengan standar pasar ritel. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) terhadap kemasan produk yang telah berhasil menembus pasar.
Selain aspek produk, pemahaman terhadap harga pokok produksi (HPP) juga menjadi hal krusial dalam menentukan strategi harga. Penetapan harga yang tepat dinilai sangat berpengaruh terhadap daya saing produk di pasar ritel modern.
Dalam sesi tersebut, Selamet juga berbagi pengalaman mengenai manfaat yang ia rasakan setelah produknya masuk ke jaringan ritel. Salah satu keuntungan yang diperoleh adalah kemudahan dalam memperkenalkan produk baru ke ritel yang sama maupun ke jaringan ritel lainnya.
“Salah satu privilege yang saya dapatkan setelah bergabung dengan ritel modern adalah kemudahan untuk memasukkan produk tambahan, bahkan membuka peluang ke ritel modern lain,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa perjalanan untuk menembus pasar ritel tidak terjadi secara instan. Proses tersebut membutuhkan kesabaran karena setiap jaringan ritel memiliki standar operasional dan prosedur yang berbeda.
Menanggapi pertanyaan peserta terkait strategi memperluas pasar hingga ke luar daerah, Selamet menekankan pentingnya semangat belajar dan membangun jejaring. Ia menyarankan wirausaha UMKM untuk aktif mengikuti kegiatan pelatihan, business trip, maupun bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh berbagai instansi. Selain itu, ia juga mendorong wirausaha usaha untuk melakukan survei kepuasan pelanggan setiap kali terjadi transaksi sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kualitas produk.
“Jangan pernah lelah belajar dan terus membangun relasi. Dari situ kita bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan apa yang harus dipertahankan,” ujarnya.
Menutup sesi berbagi pengalaman, Selamet memberikan pesan kepada para wirausaha UMKM agar tidak berhenti berinovasi dan terus percaya pada produk yang mereka hasilkan.
“Jangan pernah berhenti belajar, mencoba, dan berinovasi. Terus bergerak dan berikan dampak. Percaya diri dengan produk kita, serta bangun kolaborasi dan sinergi,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Selamet juga menyampaikan apresiasinya kepada ASPPENDO atas dukungan yang diberikan dalam pengembangan usaha UMKM.
“Tim ASPPENDO sangat kooperatif dan banyak membantu saya. Empat jempol untuk ASPPENDO!” ujarnya.
Kegiatan ngabuburit ini turut mendapat respons positif dari peserta. Salah satunya disampaikan oleh Erwinta Yulianti, wirausaha UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak motivasi dari pengalaman yang dibagikan oleh narasumber.
“Kegiatan ngabuburit hari ini luar biasa. Cerita dari Pak Memet membuat saya semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha,” ungkapnya.
Program Ngabuburit Ramadhan ini menghadirkan tiga wirausaha UMKM sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Dua UMKM lainnya dijadwalkan akan menjadi narasumber pada sesi Ngabuburit berikutnya. Informasi mengenai kegiatan selanjutnya dapat diikuti melalui akun Instagram resmi ASPPENDO @asppendo.
Melalui kegiatan ini, ASPPENDO dan KKP berharap semakin banyak wirausaha UMKM yang termotivasi untuk meningkatkan kualitas usaha dan memperluas akses pasar hingga ke jaringan ritel modern.
Bagi wirausaha UMKM yang ingin mendapatkan pendampingan serta peluang untuk menembus pasar ritel modern, ASPPENDO juga membuka kesempatan bagi UMKM untuk bergabung sebagai binaan. Dengan dukungan pendampingan, pelatihan, serta akses jejaring usaha, diharapkan semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu berkembang, berdaya saing, dan naik kelas.
Penulis : Dea Nurma Anitia
Diunggah oleh : Alfansyah Yuandianto