


Asppendo.org – Kabar membanggakan datang dari salah satu UMKM binaan KKP. Produk Batagor Chipsy berhasil menembus pasar internasional dengan melakukan pengiriman perdana ke Singapura sebanyak 15 kilogram produk. Keberhasilan ini menjadi tindak lanjut dari program business matching yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan ASPPENDO dalam membuka akses pasar bagi wirausaha UMKM.
Ekspor perdana tersebut menjadi tonggak penting bagi Batagor Chipsy dalam memperluas jangkauan pasar produknya ke tingkat global. Melalui program business matching, wirausaha UMKM mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada mitra potensial serta menjalin kerja sama yang membuka peluang distribusi hingga ke pasar internasional.
Batagor Chipsy merupakan usaha kuliner yang didirikan oleh Dewi Isabella, yang sejak awal mengembangkan bisnis berbasis olahan ikan dengan fokus pada kualitas bahan baku dan cita rasa produk. Usaha ini bermula pada tahun 2003 dari dapur rumahan dan berkembang secara bertahap menjadi produk kuliner yang dikenal luas di Jakarta.
Pada awal perjalanannya, Dewi memproduksi berbagai olahan berbahan dasar ikan tenggiri, seperti siomai, batagor, otak-otak, hingga pempek. Seiring perkembangan usaha dan kebutuhan pasar, ia kemudian melakukan inovasi dengan menghadirkan variasi produk berbahan dasar lain seperti ayam, kambing, dan udang agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
Perjalanan usaha Chipsy juga diwarnai berbagai pencapaian. Usaha ini mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah sekitar tahun 2010 setelah aktif mengikuti berbagai pameran dan kompetisi UMKM. Konsistensi dalam menjaga kualitas bahan, keamanan produk, serta inovasi menjadi faktor yang mengantarkan Chipsy meraih penghargaan sebagai UMKM terbaik se-Indonesia pada tahun 2014, yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan saat itu.
Tidak hanya di dalam negeri, produk Chipsy juga pernah diperkenalkan sebagai contoh UMKM Indonesia pada kegiatan promosi di Malaysia pada tahun 2016. Pengalaman tersebut mendorong Dewi untuk terus berinovasi, termasuk mengembangkan produk dalam bentuk frozen food agar lebih mudah dipasarkan ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri.
Bagi Dewi, usaha yang ia jalankan sejak awal tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada upaya menghadirkan produk makanan yang berkualitas dan memiliki rasa yang konsisten. Ia menegaskan bahwa menjaga standar kualitas bahan baku merupakan prinsip yang tidak pernah ditinggalkan, meskipun harga bahan baku di pasar mengalami kenaikan.
Keberhasilan Batagor Chipsy menembus pasar Singapura menjadi bukti bahwa produk UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global. Dukungan pendampingan, akses jejaring, serta program penguatan pasar seperti business matching dinilai menjadi faktor penting dalam membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran.
Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk, melengkapi legalitas usaha, serta aktif memanfaatkan berbagai program pengembangan usaha yang tersedia.
Penulis: Dea Nurma Anitia
Diunggah oleh : Agustina Ardini LestariĀ