

Asppendo.org – Kegiatan Business Matching UMKM Produk Perikanan yang diselenggarakan oleh Asppendo dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses digelar pada Rabu, 12 Februari 2026. Acara ini merupakan lanjutan dari Bootcamp Business Matching yang dilakukan pada 4–5 Februari 2026. Upaya tersebut menjadi dorongan untuk UMKM sektor perikanan naik kelas dan menembus pasar ritel modern.
Sebanyak 29 UMKM sektor Food and Beverages (FnB) perikanan dan 5 perusahaan retail terlibat dalam sesi 1-on-1 business matching, baik secara luring maupun daring. Skema pertemuan dirancang secara terarah agar setiap UMKM dapat mempresentasikan keunggulan produk, kapasitas produksi, serta standar mutu yang dimiliki.
Adapun daftar buyer yang hadir yaitu AEON, Indomaret, Alfamart (Alfaria), HIPPINDO, Marco Sekawan, dan Cakra Berkah Rejekindo. Kehadiran retail besar ini membuka peluang distribusi yang lebih luas sekaligus menuntut konsistensi kualitas, legalitas, dan kapasitas pasok dari sisi UMKM.
Business matching yang dilakukan menghasilkan kesan positif dari pelaku UKM maupun perusahaan retail modern. Hal ini tercermin dari antusiasme diskusi kerja sama dan pemaparan produk yang dilakukan saat melakukan sesi 1-on-1.
CEO PT Cakra Berkah Rejekindo, Bangkit Arwijaya menilai kegiatan ini efektif mempertemukan sisi supply dan demand. “Kami selaku demand atau yang membutuhkan produk dan beberapa produsen (UMKM) sebagai supplier tentunya sangat kami butuhkan. Baik dari segi harga, terus quality, sama spesifikasi lebih lanjut lainnya,” ujarnya di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta Pusat, Rabu (12/02/2026).
Kemudian Project UKM dan National Brand HIPPINDO, Angga Prabas, menyebut acara ini sangat luar biasa dan menilai banyak UMKM telah siap go market. Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapan UMKM karena keputusan kerja sama tidak selalu dapat ditetapkan saat itu juga.
“Masih ada beberapa UKM yang memang harus siap sebelum business matching, seperti marketing tools, flyer, company profile, dan sebagainya. Terutama untuk sampel,” kata Angga.
Di sisi lain, salah satu Pelaku UMKM, Lilis Komariah, mengaku kegiatan ini memperluas jejaring dan pasar usahanya. “Kami yang tadinya link-nya (koneksi) sedikit, jadi sekarang nambah link, nambah jejaring,” tuturnya.
Pelaku UMKM lainnya, Ricardo, menyatakan acara ini membantu UMKM bertemu langsung dengan perusahaan retail sehingga produk lebih mudah dikenal masyarakat luas dan berpeluang masuk jaringan distribusi yang lebih besar.
Selain itu, Ricardo berharap acara ini terus berlanjut agar banyak UMKM ikut serta. “Mungkin (acaranya dilakukan) setahun, setengah tahun sekali, 6 bulan sekali, supaya lebih banyak UMKM yang lebih banyak yang dipertemukan, lebih banyak produk-produk UMKM yang dapat didistribusi di negara-negara luar,” jelasnya.
Penulis : Assyahra Aulia Putri
Diunggah oleh : Alfansyah Yuandianto