Asppendo Pastikan Kesiapan Sertifikasi Halal UMKM Bakso Hoki Sebelum Beroperasi

Asppendo.orgAsosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (Asppendo) melakukan kunjungan pendampingan ke Bakso Hoki, salah satu mitra Asppendo, sebagai bagian dari proses sertifikasi kehalalan usaha. Kunjungan ini dilakukan untuk membantu usaha ini mendapatkan sertifikasi halal sebelum beroperasi.

Bakso Hoki merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang food and beverage (F&B) yang menyajikan menu utama bakso sapi dan aneka olahan pendamping. Bakso Hoki didirikan oleh Yani bersama Zhaoyang AI Chinese Center, kursus bahasa Mandarin. Restoran ini dijadwalkan akan dibuka perdana pada 27 Januari 2026.

Bakso Hoki telah didampingi oleh Asppendo sejak awal berdirinya usaha. Mulai dari surat perizinan, melakukan pelatihan, hingga konsultasi usaha dan legalitas. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan usaha secara operasional dan kepatuhan terhadap regulasi.

Bendahara Umum Asppendo dan Pendamping UMKM, Mei Yanti Nainggolan, menyampaikan pentingnya menjaga kehalalan bahan dan proses dari awal hingga akhir produksi. Asppendo akan melakukan pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Prosesnya meliputi pengolahan, penyimpanan, pengemasan, distribusi, pengedaran, dan penyajian,” jelasnya di Zhaoyang AI Chinese Center, Tangerang pada Senin (12/01/2026).

Mei juga menegaskan larangan membawa makanan dari luar ke area produksi guna mencegah kontaminasi dan menjaga kebersihan. Kebijakan ini menjadi bagian penting dalam sistem jaminan halal.

Sistem pencatatan bahan baku harus dijelaskan secara rinci, termasuk kewajiban mencatat merek dan status halal dalam format yang telah ditentukan. Penyimpanan bahan harus mengikuti prosedur suhu dan pengelompokan berdasarkan masa kedaluwarsa.

Proses produksi wajib didokumentasi dengan baik untuk kebutuhan audit dan pelatihan internal. Alokasi peralatan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) juga ditekankan agar produk tetap halal dan aman.

“Misalkan SOP sebelum masak, bersihkan (peralatan masak). Terus setelah selesai produksi, bersihkan toko, bersihkan alat-alat. Terus SOP penyimpanan bahan, maka harus dibuat penyimpanan itu yang masuk duluan, yang keluar duluan,” kata Mei.

Monitoring dan evaluasi internal dilakukan secara berkala melalui pelatihan tim dan sosialisasi kebijakan halal. Kebijakan tertulis harus dipasang di lokasi strategis dan ditandatangani pimpinan sebagai bentuk komitmen.

“Jadi ada kebijakan halal komitmen tertulis untuk menghasilkan produk halal secara konsisten. Terus kebijakan halal itu harus disosialisasikan kepada tim manajemen halal,” ujar Mei.

Menurut Mei, pembentukan tim manajemen halal diperlukan agar proses pengecekan kehalalan dilakukan dengan benar. “Karena kehalalan itu adalah proses produk halal. Jadi prosesnya secara zatnya wajib halal. Nah, kemudian ini nanti kriteria bahannya harus bersertifikat halal semua bahannya,” tuturnya.

Pendampingan ini menjadi langkah konkret Asppendo dalam membantu Bakso Hoki memenuhi standar sertifikasi halal sesuai ketentuan BPJPH.

Penulis : Assyahra Aulia Putri 

Diunggah oleh : Agustina Ardini Lestari