Pemulihan UMKM Sumatera, KemenUMKM Hadirkan e-Commerce bagi UMKM Terdampak Bencana

Asppendo.orgKementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) memperluas strategi pemulihan ekonomi pascabencana di Sumatera dengan menghadirkan landing page UMKM Bangkit, layanan e-commerce khusus bagi UMKM terdampak. Langkah ini menjadi upaya pemerintah untuk membantu UMKM dalam mengakses pasar digital.

Layanan tersebut memungkinkan produk UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat langsung terhubung dengan konsumen nasional melalui platform belanja daring. Pemerintah menilai digitalisasi menjadi jalur tercepat untuk menjaga keberlangsungan usaha pelaku UMKM pascabencana.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan bahwa akses pasar menjadi kebutuhan paling mendesak bagi UMKM yang masih mampu berproduksi. “Kita mendorong ke semua masyarakat Indonesia bantu saudara-saudara yang ada di tiga provinsi ini. Caranya tidak hanya donasi, tapi belanja produk mereka,” ujarnya di Jakarta dari Siaran Pers KemenUMKM, Senin (26/01/2026).

Berbeda dari sekadar kampanye promosi, layanan e-commerce ini dirancang sebagai fondasi pasar yang berkelanjutan. Produk UMKM terdampak dikurasi dan ditempatkan pada etalase khusus agar memiliki visibilitas lebih tinggi di tengah persaingan pasar digital.

Adapun fitur landing page UMKM Bangkit tersedia di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada. Maman menjelaskan fitur ini sudah diluncurkan di Shopee dan Tokopedia pada 26 Januari 2026, sedangkan Lazada menyusul pada 29 Januari 2026. Layanan ini akan berlangsung selama dua tahun.

Produk-produk yang dimuat pada layanan ini mencakup berbagai variasi. Dari sektor makanan dan minuman, fesyen, gaya hidup, hingga kerajinan tangan dari UMKM asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Laporan dari KemenUMKM mencatat lebih dari 34 ribu UMKM di tiga provinsi terdampak bencana. Dari data tersebut, lebih dari tiga ribu di antaranya mengalami penumpukan produk akibat terputusnya jalur pemasaran. Kondisi tersebut berisiko memperlambat pemulihan ekonomi daerah jika tidak segera diintervensi.

Selain kolaborasi dengan platform e-commerce, pemerintah juga menyediakan pendampingan dan pelatihan pemasaran digital. Upaya ini diharapkan meningkatkan daya saing UMKM, bukan hanya dalam masa pemulihan, tetapi juga jangka panjang.

“Pelatihan bagi UMKM juga menjadi fokus supaya meningkatkan kapasitas usaha mereka,” ujar Maman.

KemenUMKM menargetkan inisiatif ini dapat mendorong UMKM Sumatera bangkit lebih cepat sekaligus bertransformasi menjadi pelaku usaha yang adaptif terhadap perubahan. Pemerintah berharap kolaborasi ini menjadi model penanganan krisis UMKM di masa depan.

Penulis : Assyahra Aulia Putri 

Diunggah oleh : Agustina Ardini Lestari