

Asppendo.org – Ramadhan adalah bulan istimewa umat Muslim di mana aktivitas makan dan minum dilakukan hanya saat sahur dan berbuka. Perubahan pola konsumsi ini membuat ritme bisnis ikut berubah secara signifikan, khususnya sektor food and beverage (F&B).
Bagi pengusaha restoran, kafe, maupun warung makan, kondisi ini bisa terasa menantang karena penjualan di siang hari cenderung turun. Namun, Ramadhan justru bisa menjadi momentum untuk meningkatkan omzet dan memperkuat loyalitas pelanggan jika dikelola dengan tepat.
Persaingan bisnis F&B biasanya meningkat selama bulan puasa karena banyak pemain musiman bermunculan. Tanpa strategi yang matang, usaha yang sudah berjalan lama pun bisa kalah bersaing.
Agar bisnis tetap ramai, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:
Fokuskan layanan pada waktu menjelang berbuka atau sahur. Pertimbangkan juga untuk memperpanjang jam buka, khusus untuk layanan pesan antar agar potensi penjualan tetap maksimal.
Sajikan hidangan khas seperti kolak, kurma, atau minuman segar bernuansa tradisional maupun kreasi baru yang tetap sesuai selera pasar lokal.
Adanya takjil atau makanan ringan dapat meringankan pelanggan saat berbuka puasa. Strategi sederhana ini efektif meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus menjadi cara halus memperkenalkan menu baru.
Unggah foto dan video yang menggugah selera, tampilkan detail menu secara menarik, dan kombinasikan dengan promo terbatas agar mendorong keputusan pembelian.
Manfaatkan bulan Ramadhan untuk menjalin kerja sama dengan masjid atau lembaga sosial setempat. Kegiatan seperti buka puasa bersama, santunan, atau program amal dapat membuat bisnis Anda semakin dekat dengan masyarakat sekitar.
Penulis : Assyahra Aulia Putri
Diunggah oleh : Agustina Ardini Lestari