

Asppendo.org – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menekankan pentingnya memperkuat pasar domestik sebagai strategi menghadapi ketidakpastian global akibat konflik geopolitik. Melalui siaran pers Nomor 20/Press/SM.3.1.UMKM/2026, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan bahwa peningkatan konsumsi produk lokal harus menjadi prioritas agar UMKM tetap memiliki ruang penjualan yang kuat di dalam negeri.
Menurutnya, pasar domestik Indonesia sangat strategis sehingga perlindungan dan penguatan produk lokal menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 50 persen.
Pernyataan tersebut menjadi semakin relevan ketika eskalasi konflik di Timur Tengah mulai memengaruhi kondisi ekonomi global. Mengutip Kompas.id, ketegangan geopolitik ini memicu lonjakan harga emas dunia dan harga emas batangan di dalam negeri mencapai Rp 3.085.000 per gram.
Pengamat ekonomi, Ibrahim Assuaibi menilai kondisi ini dapat menekan nilai tukar rupiah karena investor global cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS dan emas. Jika harga minyak terus meningkat, Indonesia sebagai negara pengimpor energi juga berisiko menghadapi tekanan fiskal, kenaikan biaya energi, serta potensi inflasi yang berdampak pada sektor riil dan daya beli masyarakat.
Dalam situasi tersebut, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu strategi yang dinilai mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung sektor riil yang memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah maupun nasional.
Ia juga menyoroti potensi besar pasar produk halal yang terus berkembang secara global, bahkan saat ini banyak didominasi oleh negara non muslim seperti China dan Brasil. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen utama produk halal dunia jika UMKM mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya.
Selain potensi pasar halal, kontribusi UMKM dalam pemulihan ekonomi sebelumnya juga menjadi bukti nyata peran strategis sektor ini. Pemulihan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil kembali tumbuh dari keterpurukan dengan kontribusi besar dari sektor UMKM.
Berdasarkan Detik.com, Pemerintah Provinsi DIY memulihkan perekonomiannya pada masa pandemi, dari 0,68% menjadi 5,53% di tahun 2021. Dari peningkatan tersebut, 79,6% kenaikan berasal dari sektor UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa ketika UMKM diperkuat melalui dukungan kebijakan, akses pasar, dan inovasi produk, sektor tersebut mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh bahkan di tengah krisis.
Oleh karena itu, optimalisasi UMKM tidak hanya penting untuk meningkatkan penjualan produk lokal, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Dengan memperkuat pasar domestik, UMKM berpotensi menjadi fondasi utama yang menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah gejolak geopolitik dunia.
Penulis : Assyahra Aulia Putri
Diunggah oleh : Agustina Ardini Lestari