
Pada Jumat, 12 Desember 2025, kegiatan Aktualisasi Pendamping Jalin Mikro Mandiri memasuki sesi ke-36 dengan menghadirkan webinar bertema “Refleksi 1 Tahun ASPPENDO: Kiprah dan Dampak Pendamping UMKM”. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan menjadi ruang refleksi bagi para pendamping, sekaligus momentum untuk meninjau kembali perjalanan program pendampingan UMKM sepanjang tahun 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Hendarta menyampaikan pemaparan mengenai rangkuman aktivitas ASPPENDO selama satu tahun, beserta dampak nyata yang telah dirasakan baik oleh pendamping maupun pelaku UMKM.
Sepanjang tahun 2025, ASPPENDO menjalankan berbagai program strategis yang berfokus pada peningkatan kapasitas pendamping, penguatan UMKM, serta perluasan jejaring kolaborasi lintas sektor. Seluruh program dirancang untuk menjawab kebutuhan pendamping di lapangan sekaligus membantu UMKM agar lebih adaptif dan kompetitif. Salah satu program yang konsisten berjalan adalah Aktualisasi Jalin Mikro Mandiri, yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Program ini menghadirkan kelas-kelas pengembangan kapasitas pendamping serta peningkatan keterampilan praktis bagi UMKM.
Selain itu, ASPPENDO juga mengelola Program PROFIT melalui kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini berfokus pada pengembangan UMKM sektor kelautan dan perikanan, mencakup peningkatan efisiensi usaha, literasi manajemen, serta pemahaman konsep ekonomi biru agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pada momentum bulan suci, ASPPENDO turut menyelenggarakan kegiatan Ngabuburit Ramadhan yang diisi dengan kelas-kelas edukatif dan inspiratif, memadukan nilai spiritual dan profesionalisme dalam proses pendampingan.
Upaya memperluas akses pasar bagi UMKM juga diwujudkan melalui kegiatan Business Matching dengan buyer lokal maupun internasional. Kegiatan ini membuka peluang kemitraan, pemasaran produk, hingga potensi ekspor bagi pelaku UMKM. Penguatan jejaring dilakukan secara intensif melalui kolaborasi dengan berbagai pemerintah daerah, seperti DiskopUKM Kepulauan Riau, DiskopUKM Jawa Timur, serta Pemerintah Kota Tangerang Selatan, yang menghasilkan program pemberdayaan sesuai kebutuhan daerah masing-masing.
Di bidang akademik, ASPPENDO menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, antara lain STIA LAN Jakarta, Poltekpar Medan, dan PGRI Yogyakarta. Kolaborasi ini meliputi pelatihan, pengembangan kurikulum pendampingan, serta kegiatan penelitian yang memperkuat pendekatan ilmiah dalam pemberdayaan UMKM.
Program pelatihan teknis juga menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas UMKM. Melalui Kelas Pelatihan Halal, ASPPENDO memberikan literasi serta pendampingan terkait regulasi dan persiapan sertifikasi halal. Sementara itu, Kelas Bimtek Koperasi difokuskan pada peningkatan tata kelola dan manajemen koperasi yang profesional dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus investasi terhadap pelaku usaha yang menunjukkan perkembangan signifikan, ASPPENDO juga menjalankan program Pendampingan 3 UMKM Terbaik. Melalui pendampingan intensif selama satu bulan, UMKM terpilih mendapatkan bimbingan strategis untuk meningkatkan kapasitas usaha, pemasaran, serta perencanaan bisnis yang lebih matang.
Keseluruhan perjalanan selama tahun 2025 menunjukkan bahwa pendamping dan UMKM tumbuh bersama dalam ekosistem yang diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Webinar sesi ke-36 ini menjadi pengingat bahwa peran pendamping tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai motor penggerak yang memastikan UMKM mampu bertahan, berkembang, dan berdaya saing. Melalui refleksi satu tahun ini, diharapkan upaya pemberdayaan UMKM dapat terus ditingkatkan dan memberikan dampak yang semakin luas bagi UMKM di seluruh Indonesia.
Penulis : Dea Nurma Anitia
Diunggah oleh : Agustina Ardini Lestari