

Dalam upaya mendorong UMKM menuju pasar yang lebih luas, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Asppendo kembali menggelar workshop Profit UMKM Naik Kelas sesi ke-7 dengan topik “Strategi Penerapan Business Model Canvas (BMC) untuk Mencapai Skema Bisnis B2B bagi UMKM”. Workshop ini ditujukan khusus bagi pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan.
Sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi ekonomi besar yaitu sebesar 2,66% dari PDB nasional atau sekitar Rp 555 triliun. Ini merupakan peluang emas bagi Indonesia karena kebutuhan protein global dan proyeksi kenaikan permintaan ikan meningkat hingga 115,75% pada 2030. Bahkan, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menempatkan Indonesia sebagai negara perikanan tangkap terbesar kedua di dunia.
Namun potensi besar ini tidak otomatis membuat pelaku usahanya sejahtera. Banyak pelaku usaha masih terhambat minimnya akses modal, kurangnya kepercayaan lembaga keuangan, serta terbatasnya informasi dan agunan.
Sebagai solusi, pelaku UMKM di sektor ini perlu melakukan Business to Business (B2B). Pada dasarnya, B2B merupakan hubungan kemitraan antara dari satu perusahaan dengan perusahaan atau organisasi lainnya. Dilansir dari Business News Daily, B2B melibatkan perusahaan untuk menciptakan produk dan layanan kepada perusahaan lainnya.
Hubungan kemitraan bisa dilakukan oleh berbagai jenis perusahaan dan organisasi, termasuk bisnis UMKM. Namun pelaku UMKM harus memenuhi standar kualitas yang konsisten dan manajemen usaha yang profesional.
Pemateri workshop, Hendarta Rustandie, menjelaskan hubungan bisnis dengan perusahaan besar membutuhkan stabilitas, kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah besar, serta memahami siklus pembayaran yang lebih panjang. Namun bila dijalankan dengan benar, nilai kontrak dan peluang jangka panjang akan jauh lebih besar.
Di sinilah Business Model Canvas (BMC) menjadi alat penting. BMC membantu UMKM memetakan sembilan elemen inti sebagai peta acuan dalam memantau bisnis. Dengan memvisualkan keseluruhan model bisnis dalam satu lembar kerja, pelaku UMKM dapat melihat arah strategis usahanya dengan lebih jelas. BMC juga fleksibel untuk berbagai skala usaha, mulai dari pemula hingga yang siap ekspansi.
Kelompok pelanggan yang menjadi target utama usaha. UMKM perlu menentukan siapa yang benar-benar membutuhkan produk mereka.
Nilai atau keunggulan utama yang ditawarkan produk, seperti harga lebih terjangkau, kualitas lebih baik, atau solusi yang tidak diberikan pesaing.
Cara usaha menyampaikan produk ke pelanggan, baik secara online maupun offline.
Bentuk interaksi yang ingin dibangun, misalnya pelayanan personal, komunitas, atau layanan mandiri.
Sumber pemasukan usaha, seperti penjualan produk, langganan, atau paket bundling.
Segala hal yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis, seperti bahan baku, peralatan, SDM, atau hak cipta.
Kegiatan utama yang harus dilakukan agar bisnis berjalan, misalnya produksi, pemasaran, atau distribusi.
Pihak-pihak yang membantu proses bisnis, seperti pemasok, distributor, atau mitra teknologi.
Semua biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, dari produksi hingga pemasaran.
UMKM perlu menggunakan BMC karena alat ini praktis dan mudah dipahami bahkan oleh pelaku usaha yang belum terbiasa dengan perencanaan bisnis formal. Dengan menggunakan BMC, UMKM dapat melihat gambaran besar usaha secara menyeluruh hanya dalam satu lembar kanvas.
BMC membantu UMKM merumuskan strategi bisnis secara lebih fokus, sehingga keputusan yang diambil tidak lagi berdasarkan intuisi semata, tetapi pada analisis yang terstruktur. Alat ini juga mempermudah pemilik usaha mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan potensi risiko sejak awal.
Selain itu, BMC mempermudah UMKM berkomunikasi dengan pendamping, investor, dan lembaga pembiayaan karena model bisnis tercatat secara jelas dan ringkas. Pada akhirnya, penggunaan BMC membantu UMKM mengembangkan usaha hingga siap bersaing di pasar nasional maupun global.
Mau tahu lebih lanjut cara-cara mengisi BMC? Simak lebih lanjut workshop-nya di kanal resmi KKP Ditjen PDSPKP berikut!
Webinar Profit UMKM Naik Kelas sesi ke-7 “Strategi Penerapan Business Model Canvas (BMC) untuk Mencapai Skema Bisnis B2B bagi UMKM” (2025). https://www.youtube.com/live/nERJ5AL7mug?si=g4sYSrU-0JiN6YaU
Sumber lainnya:
Penulis : Assyahra Aulia Putri
Diunggah oleh : Alfansyah Yuandianto