UMKM Tiap Generasi: Perbedaannya Apa?

Sumber foto: iStock

Asppendo.org – UMKM tidak hanya mencerminkan aktivitas ekonomi, tetapi juga lintas generasi dalam membangun penghidupan. Dari usaha kecil berbasis keluarga hingga bisnis yang bertahan puluhan tahun, UMKM menjadi ruang kerja inklusif untuk semua kalangan usia.

Data Kementerian UMKM (2024) mencatat 29,09 juta pengusaha UMKM di Indonesia. Tetapi struktur usia masih didominasi kelompok lanjut usia. Pengusaha di atas 60 tahun mencapai 4,51 juta pelaku dan usia 40–44 tahun sebanyak 4,25 juta menegaskan kuatnya peran Generasi X dan Boomer.

Bagi Generasi Boomer dan Gen X, UMKM umumnya diposisikan sebagai sumber penghidupan jangka panjang. Usaha yang dijalankan cenderung stabil, berbasis pengalaman, dan memiliki risiko yang relatif terukur.

Jenis usaha populer pada generasi ini meliputi kuliner tradisional seperti warung makan, katering, dan kafe dengan menu klasik. Selain itu, fashion dan kerajinan lokal, agribisnis, hingga jasa perdagangan masih menjadi pilihan utama.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, data yang sama menunjukkan partisipasi usia muda di bawah 25 tahun masih relatif kecil. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM belum sepenuhnya dipandang sebagai pilihan karier awal yang menarik.

Padahal, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat 66,83 juta penduduk usia 16–30 tahun pada Maret 2025. Generasi Z memiliki potensi besar karena tumbuh bersama teknologi digital dan maraknya media sosial.

Jenis usaha yang digeluti generasi milenial dan Gen Z cenderung berbasis digital dan kreatif. Content creator, digital marketing, e-commerce, dropshipping, serta jasa kreatif seperti desain grafis dan fotografi semakin diminati.

Di sektor jasa personal, generasi muda banyak mengembangkan usaha seperti jasa titip (jastip), personal shopper, event organizer, hingga kursus skill digital. Model usaha ini fleksibel dan dapat dijalankan dengan modal relatif kecil.

Sektor kuliner tetap diminati, namun dengan pendekatan berbeda. Frozen food seperti dimsum, kopi kekinian, meal prep, dan produk unik seperti buket hadiah dan hampers cemilan menjadi ciri khas usaha kuliner generasi muda.

Perbedaan jenis usaha antar generasi menunjukkan bahwa UMKM bersifat adaptif terhadap perubahan zaman. Keragaman ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan UMKM di tengah transformasi ekonomi dan teknologi.

 

Penulis : Assyahra Aulia Putri

Diunggah oleh : Alfansyah Yuandianto